BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Friday, October 29, 2010

~~erti sahabat~~


sahabat...kawan atau teman???
sepanjang perjalanan hidup ini, segala peristiwa yang berlaku akan menganggu emosi dalam hidup kita.  kadang-kadang luaran kita terpaku kebahagian dan ketenangan tapi hakikat hanya diri sendri yang menyedarinya.  kekurangan pada diri kita akan dijadikan alasan dalam ikatan sebuah persahabatan..kadang-kadang sahabat itu bukan sebenarnya sahabat tapi hanya sekadar teman atau kawan sahaja...sahabat sebenar sukar untuk dicari..kekurangan diri kita alasan utama untuk kita pinggirkan diri daripada orang sekitar kita...kadang-kadang juga kita yang lebih tidak layak untuk memiliki sahabat...diri yang serba kekurangan dan ketidakcukupan sering kita sendri jadikan ukuran bg mndalami hati seorang sahabat..klau dulu kita msih mampu bertahan dengan segala kutukan dan sindiran tapi sekarang tak lagi...makin lama hati makin xkuat nak terima semua yang terjadi..semakin lama rasa seperti semakin terluka...apa yang dicari sekarang hanyalah sahabat yang benar-benar mengerti dan memahami perasaan...

Wednesday, October 27, 2010

~my favourite video~

video video

~~erti teman~~


Teman
Kau insan  pertama yg meragut

tali yang tersimpul erat

tali yang menjarakkan ikatan

tali yang memisahkan hubungan

antara talian dan perasaan


Teman

kewujudanmu…

menerajang jauh dimensi buta

membawaku ke dimensi nyata

mengenalkanku erti shabat setia



Teman

saat hati terluka

kau sejukkan naluri dengan bahagia

saat aku tersiksa

kau jadi pendengar yang setia



Teman

kau insan trakhir brtakhta

dalam istana kaca

kau insan pertama menemui hartanya

dan kau tak perlu hadir dengan bicara

kerana aku tahu kau satu-satunya

sahabat alam maya….



 Teman

Kau ketuk naluri yang terluka

Kau gumpal lukanya

Kau anyam istana

Persahabatan antara kita



Teman

Jiwa ini hitam kelam

Penuh semak dan lalang

Kehadiranmu,

Menongkah kehidupan

Melenyapkan semak dan lalang

Menitipkan kasih sayang

Mentintakan kerinduan


Dalam naluri persahabatn



 Teman

Dengan mesra ku mengenali

Dengan santun kau memberi

Erti sahabat yang tak terbeli

Erti teman yang tak terperi

Pengalaman yang bererti



 Teman

Saat bara tergengam di jari

Kau rampas dan membawanya pergi

Kau ganti dengan hati suci

Naluri penuh simpati

Untuk mengenali diri ini

Kau ku ibaratkan sahabat sejati



 Teman

Seandainya illahi memanggil ku pergi

Jangan lupa kenangkan ku di hati

Cukuplah selama kau xberpengganti

Kirimkanku doamu padaku setiap hari



Sahabat yang disayangi,

Ku tak ingin  kau pergi

Tinggalkan ku lagi

Ku harap kau kan setia

Temaniku ku disini



Teman

Kau masih insan yang sama

Yang sangat aku syangi

Dan tak mungkin kulupai

Kerana kau teman sejati

Hanya kau yang mengenali

Attitude diri ini


Teman, sahabat yang mengertii

Aku akan slamanya disisi

Menemani persahabatan ini

Sehingga panggilan ilahi

Yang dinanti membawaku pergi 
-FREND FOREVER N EVER-

Friendship never end

I’ll always in ur side of life

Don’t ever n never forgot me

I’ll be thre 4 u

Wait for me till I gone

Love n miss u always my lovely frenz…

Hope u be the best thing of my life………. 

~~namamu dihatiku~~


Bayu malam yang menyapa lembut dipipiku
Purnama yang mengintai seri diwajahku
Bagaikan turut berlagu seiring irama dihatiku
Irama asyik bila terkenangkanmu…

Saat kulepaskan keluhan yang bertahta dihati
Bayu bagaikan turut tertahan
seperti nafasku saat kau merenungku…
deruan ombak yang gemersik berbisik ditelingaku
lambaian dedaun yang meriah mengusik pandanganku
bagaikan turut mengalunkan seiring nada dijiwaku
nada pesona bila membayangkanmu…

saat terukir senyuman menguntum dibibir
ombak bagaikan turut gelora
seperti perasaanku saat kau mengodaku…
untaian bicaramu bagaikan tali melingkari jiwaku
imbasan wajahmu bagaikan bayangan yang mengekoriku
bagaimana mungkin kupergi mahupun berlari
kerana namamu telah pun terpahat di hatiku

(2007/JUN)

~~puisi cinta buatmu~~


Usah kau bergusar di hati
Aku masih disisi
Walaupun tiada sapaan
Ku menyintai mu
ku harap kau riang selalu
tak bisa ku lupa
kau senantiasa dalam doaku

masakan mentari lupakan pagi
sedang kan tirai kabus
di intai sebelum terserlah
cahaya…menyapa bumi
tak bisa ku biar kau sendirian
kedinginan
bahang pagi suria indah
pasti melewati mu dengan kasih ku

malam gelita bukan tiada purnama
hanya pusingan yang di utama
usah gusar lagi sayang
malam tetap berseri dengan kerlipan bintang

cantuman kasih kita tidak pernah retak
ia senantiasa mejalar di jiwa
bahkan mengalir cecair di saluran jantung ku
kau pasti tahu dan mengerti
kau terasa pasti

kita bersapa sekali
tetapi terjalin erat …
kau ku intai selalu
malah bicara mu ku paparkan
biar ia tersebar di awangan
biar kasih menyeri kesepian…

sayang kau tetap ku rindu
hanya kita tak bisa bersama..sewaktu…
tapi lintasan mu ku nanti selalu…

Tuesday, October 26, 2010

~~if one day~~

If one day you feel like crying
Call me
I don't promise to make you laugh
But I can cry with you

If one day you have a problem
Call me
I don't promise to give you a solution
But you can share with me

If one day you want to walk away
Don' be afraid
Call me
I don't promise to ask you to stop
But I can walk together with you

If one day you don't want to listen to anyone
Call me
I promise to be there for you
And I promise to be quiet

But if one day
You call me
And there is no answer
Come fast to see me
Perhaps I need you
Or
Maybe perhaps I'm not
Around anymore

(2008/may)

~~cinta itu buta(love is blind)~~

bila bercakap soal cinta nie cuma orang yang sdg dilamun cinta atau sdg bercinta ja tahu..ermmm selalu kita mendengar orang ramai berkata tentang cinta tu buta...love is blind..it is right?...betul ker?..ermmm..isu nie begitu menarik sebenarnya...pada hakikatnya cinta itu memang buta sbb ia tidak mampu melihat tetapi orang yang menikmati kenikmatan cinta itu tidak buta tetapi hanya membutakan mata hatinya kerana cinta..susah nak mengerti soal hati manusia..kerana cinta semuanya kita lupa..kita tak nampak padahal cinta agung kita ada spnjang masa dan cinta itu sebenarnya milik ibu dan ayah yang membesarkan kita..ermm

apa-apa sahaja boleh terjadi dek hanya kerana cinta...ada yang sanggup membutakan mata hati dan bercinta dengan suami orang hanya kerana dah terlanjur cinta..ada pula yang sanggup berputih mata mngejar cinta sampai sanggup tinggalkan harta dan keluarga tp pada akhirnya bila dah terluka mesti akan kembali pada keluarga yang telah dibuang..ada pula yang bercinta hnya untuk menikmati kenikmatan dunia..mnjadikan wanita mangsa memuaskan nafsu dan yang peliknya wanita pula merelakan diperlakukan demikian hanya kerana sayang dan takut kehilangan..ada juga cinta yang telah bersama sekian lama tapi akhirnya terpisah hanya kerana hadirnya cinta lama yang telah berputik semula dalam hati namun kadang-kadang cinta lama ini yang telah memusnahkan masa depan dan yang terpancar dari cahaya cinta itu hanyalah kegelapan...ermmm macam-macam..dunia...dunia..
ternyata cinta itu memang buta dan manusia yang menjalani hidup dalam bercinta juga buta..tapi bukan semua cinta yang buta itu dibutakan oleh mnusia..masih ada cinta yang dipanggil cinta suci namun terlalu sedikit jiwa dibandingkan dengan cinta yang buta...


Monday, October 25, 2010

~~sepintas tentang cinta~~


cinta hadir dalam hidup kita tanpa kita mencarinya dan tanpa kita mengejarnya...cinta hadir dlm jiwa kita hnya bila ia sudah bersedia untuk mendiami jiwa kita..kadang-kadang cinta itu hadir tanpa sedar dan kita menyedarinya setelah cinta itu berlalu..cinta tidak akan hadir kerana terpaksa kerana cinta itu luhur dari hati kecil nurani setiap insan..cinta yang hadir dalam jiwa kita yang bernama manusia selalunya tidak akan kekal selamanya..perpisahan akan terjadi pada akhirnya tanpa mengira sebab dan akibat perpisahan itu..cinta akan mngajar kita bahawa mencintai seseorang itu tidak semestinya kita memiliki dirinya..mencintai seseorang itu tidak semestinya dia mnjadi milik kita dan hak mutlak kepada kita..mencintai seseorang itu perlakuan luhur hati yang ikhlas menghulurkan cebisan cinta pada seseorang dan sekadar melihat kebahagiaannya sudah cukup membuatkan kita bahagia..dan inilah yang sebenarnya dinamakan cinta..

cinta pertama yang mendiami hati kita tidak semestinya akan menjadi cinta terakhir yang bersama dengan kita..biarpun kita bercinta berabad lamanya seandainya sudah tersirat tiada jodoh antara merpati-merpati ini, maka pengakhiranya adalah terluka kerana cinta..pengalaman mengalami jatuh bngun dalam bercinta akan mngajar kita bagaimana mnjadi dewasa dan bagaimana cara menghargai insan yang telah berlalu dan bakal hadir menggantikan cinta itu..terkadang cinta kedua atau yang seterusnya juga yg kekal sbagi teman hdup kita wlaupun kita msih mengagankan cinta pertama itu kembali berbunga...kita harus menghargai cinta yang hadir itu dan menyanyanginya seperti tidak akan ada lagi cinta yg bakal hadir buat kita...
biar sejauh mana hati kita terluka dan sejauh mana jiwa kita terseksa namun cinta itu akan jua tiba bila saatnya sudah pasti buat kita...tiada gunanya kita menangisi cinta yang telah pergi dan jauh meninggallkan kita..tiada gunanya kita mengenang memori yang hanya menambah luka dan sengsara..tiada gunanya kita menanti pada yang tak pasti dan yang tidak mungkin akan kembali...

biarpun tangisan berdarah mngntikan air jernih di mata takdir masih jua tidak berubah..biarpun masa mampu diputar tapi tidak mungkin terputar pada paksi yang sebenar..biarpun jasad kaku diberikan nyawa kali kedua namun  takkan sama dengan dia yang pertama..biarpun segalnya digantikan semula namun hnya yang pertama sahaja kita idak akan lupa..seandainya ini terjadi tiadalah keduakaan,pengorbanan,terluka,jatuh rebah dan suka dalam dunia yang bernama cinta..


dan pada akhirnya kita kan mngerti pada cinta yang hakiki..cinta yang abadi.cinta yang kita sentiasa miliki..cinta yang tak pernah lari..cinta sentiasa dan selalu mndiami hati..cinta yang tak pernah kan pergi..cinta yang sentiasa ada selamanya biarpun berpuluh-pulu cinta diganti..yang kekal pada cinta yang hakiki...

~tekanan, stress dan hyperstress~

akhir-akhir nie bnyak sgt tekanan yg dtg..pelbagai msalah yang di hadapi..ermm sukarnya mnjalani hdup nie bla msalah dtg tnpa henti..tp redha je dgn segala takdir allah..bnyak betul asgmnt yg belum disiapkan..apa lagi dgn karya2 kreatif yg tertangguh..bosan  betul bila idea terhenti di tengah jalan..mla la tak ada mood nak teruskan penulisan..ermm..msalah-masalah..
sekarang tgh sibuk sediakan proposal utk kertas pnyelidikan kuantitatif..terpaksa bekerja keras dgn software SPSS..software yg tak pernah digunakan..terpaksa buat kajian baru lah boleh buat pnyelidikan..pening btoi ngn software nie..asgmnt kualitatif msih la terbengkalai setakat nie..entah la..mggu nie mggu terakhir dan wajib submit paper..tawakal dan berusaha keras nak siapkan..
due date untuk pghntaran cerpen dan puisi pada editor juga dah hmpir..semuanya belum disiapkan lagi..idea-idea puitis belum sampai..dah hlg semuanya..skrg cuma mampu bsabar..habiskan asgmnt baru tumpu semula pada penulisan kreatif..insyaallah akan mampu siapkan asgmnt dlm masa bbrapa hari nie..
InsyaAllah...

Sunday, October 17, 2010

Skrip Drama Melankolik Cinta (dari novel menjadi drama)


SKRIP
FADE-IN

SC 1               INT. RUMAH PUTERI – SEBUAH BILIK DI KOLEJ KEDIAMAN
UNIVERSITI AWAM.
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA dan MIERA

(MIERA BERLARI-LARI ANAK SAMBIL MENCARI-CARI KELIBAT PUTERI, KAWANNYA.  KELIHATAN PELUH MEMBASAHI WAJAH MIERA.  MIERA BERHENTI BERLARI KERANA KEPENATAN.  KEMUDIAN KELIHATAN PUTERI MELAMBAI_LAMBAIKAN TANGAN KE ARAH MIERA. MIERA BERLARI KE ARAH PUTERI DALAM KEADAAN TERMENGAH—MENGAH). 
1.PUTERI NUR AIN NATASHA
Hah, ada pun kau Miera. 
2.MIERA
Puteri, kenapa awak tak datang kelas pagi nie?.  (MENARIK NAFAS)… Awak tak sihat ke Puteri?. 
3.PUTERI NUR AIN NATASHA
Kenapa tak pergi kelas?.  Ermm…

4. MIERA
Ada apa-apa yang tak kena dengan awak ke?.  Ada orang busy body tanya pasal awak tadi.  Nampak caring giler kat awak.  Ada apa-apa ke between you all?.
5.PUTERI NUR AIN NATASHA
Ish… tak ada apa-apa pun.  Saja je malas nak pegi kelas pagi tadi.  Lagipun overslept la.  Penat sangat.  Semalam berjaga, tidur lewat buat latihan tarian.  Ada ball night nanti.  Puteri kena dance salsa and ball dance.
6. MIERA
Awak ni kan saja je buat saya risaukan awak.  Penting sangat ke tarian tu daripada pelajaran awak?.
7.PUTERI NUR AIN NATASHA
Awak ni Miera.  Membebel mengalahkan nenek Puteri pulak.  Mama Puteri pun tak membebel macam awak tau.  Nanti kalau awak dah kahwin suami awak pun lari.  Tak tahan dengan leteran awak.
8.MIERA
Puteri…pasangan tarian awak sibuk mencari awak tau.  Dah rindu agaknya kut.  (SENYUM dan TERGELAK KECIL)
9.PUTERI NUR AIN NATASHA
Pandai-pandai je dia ni.  Awak ni suka sangat buat spekulasi awak sendiri.  Saya tak ada apa-apa hubungan lah dengan Airiel tu.  Kami sekadar sahabat dan pasangan tarian sahaja. 

10.MIERA
Yelah tu. Saya pun kena buat-buat buta jugak ke?.
11. PUTERI NUR AIN NATASHA
Miera…(MEMANGGIL DALAM RENGEKAN MANJA).  Minta awak punya nota untuk lecture hari ni.  Saya nak salin semula, takut nanti ketinggalan.  Susah pulak kalau tak dapat catch up nanti.
12. MIERA
Saya dah photocopy pun semua power point untuk awak.  (MENGAMBIL NOTA DARIPADA DALAM BEG.  MENGHULURKANNYA KEPADA PUTERI).  Ambik nie.
13. PUTERI NUR AIN NATASHA
Thanks Miera.  Kaulah sahabat sejati aku.  he…he..he..(TERGELAK KECIL MENGEJEK MIERA).  Apa cerita awak datang tercungap-cungap tadi?.  Ada hot story ke?.
14. MIERA
(TERSENYUM-SENYUM SINIS KEMUDIAN KETAWA KECIL).  Ada…hot tu tak lah hot sangat tapi…(BERHENTI SEKEJAP) (MENYAMBUNG BICARA) gempak siot beb.  Awak dah terpilih jadi Princess of Dance for Pra-Graduation senior kita.  Satu Malaya sebut-sebut nama awak tau.  Bangga saya jadi kawan awak.  (MENGANGKAT-ANGKAT BULU KENING DAN BAHUNYA). (GEMBIRA BERCERITA dan GEMBIRA).
15. PUTERI NUR AIN NATASHA
(GEMBIRA dan TERSENYUM MALU).   Awak ni Miera…jangan la nak berseloroh dengan saya.  Biar betik saya dapat gelaran Princess of Dance tu.  Macam tak percaya je.  Awak reka-reka cerita ke nie?.
16.MIERA
(BERCAKAP DALAM LOGHAT KEDAH).  Awat?...Cek tak percaya ka?.  Habaq mai pasai pa tak percaya nih?.  Jom cek bawak gi tengok kalau cek kat sana nun tak percaya.  Cek kat sini ada bukti kukuh tau.  Ada alibi  lagi.
                                    17. PUTERI NUR AIN NATASHA
(KETAWA BESAR DAN TERSENYUM).   Dah start dah nie ngan dialek kedahnya.  Puteri pecayalah.  Puteri kenal sapa Miera.  Saja je nak menguji kesabaran awak tu.   he…he..he..(MENYAMBUNG KETAWA)
18. MIERA
Tengoklah tu.  Orang serius dia main-main pula.  (MIMIK MUKA GERAM DAN MUKA MERAH PADAM).  Ish..geramnye kat awak ni.  Kalau lah awak ni makanan saya dah lama saya makan, mamah lumat-lumat.  Dah jadi isi perut pun.(MERENGEK-RENGEK KECIL)
19. PUTERI NUR AIN NATASHA
(TERSEMYUM, MENYAKAT MIERA).  Tengok tu muka baby besar merajuk.  Buruk sangat.  Jangan la merajuk sebab Puteri tak nak pujuk.  Tak tahu nak pujuk dan tak ingin nak pujuk.  Lagipun bukan dapat apa-apa pujuk Miera.  (TERSENYUM NAKAL).
20.  MIERA
(MIMIK MUKA MASAM).  Dah la.  Miera nak balik dah lah.  Bosan…asyik kena buli je.  Awak…(BERHENTI SEKEJAP)  saya balik dulu ye.  Bye.  (MENGHARAP DIPUJUK)
21. MONOLOG DALAMAN MIERA
Pujuklah saya Puteri.  Jangan biarkan saya balik.  Saya main acah-acah je. (MENGELUH)
22. PUTERI NUR AIN NATASHA
Okay, jumpa esok ya.  Hati-hati ye jalan tu.  jangan sampai jatuh pulak.  Kalau dah terjatuh tu pandai-pandai le bangun sendiri ye sahabatku.  (KETAWA NAKAL). (MIERA MENGELUH KECIL).
23. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENUTUP PINTU). (MENJERIT SEKUAT HATI).  Yes…Yes.  Akhirnya aku berjaya dapatkan gelaran tu.  Princess of Dance…memang hot lah.


24. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Tak sabarnya aku nak tunggu diiring atas red carpet.  Macam artis-artis pulak, macam anak raja pun ada jugak.  Bahaya betul aku ni.  Kuat betul berangan seorang diri.  Silap haribulan aku jadi Mat Jenin.  (MENEKUP MUKA DENGAN BANTAL). (WAJAH BERSERI-SERI). (TERSENYUM GEMBIRA). 
                                                           
CUT TO :

SC 2               INT. BILIK KULIAH – SEBUAH BILIK DI SEBUAH UNIVERSITI AWAM.
PELAKON : AIRIEL, PUTERI NUR AIN NATASHA dan MIERA

25. AIRIEL
Hye Miss World Of Beauty…lorh salah le pulak.. Princess Of Dance.  Awak sihat hari ni or dah terlebih sihat?.  Berseri-seri je muka awak tu. (TERSENYUM SINIS dan GEMBIRA)
26. PUTERI NUR AIN NATASHA
Hey you…see what you have done.  I smell stinky because of your hand. I’m a princess ok.  Lets see.  Who are you?.  I don’t know who are u.  (SENYUM MANJA).  (RAUT WAJAH BERSERI-SERI). 
27.AIRIEL
Apalah you ni.  I nak bergurau senda dengan you sekali sekala pun tak boleh ke?.  You selalu spoiled apa yang I cakap. (MEMUNCUNGKAN BIBIR).  (WAJAH MERAJUK)
28. PUTERI NUR AIN NATASHA
I pun bergurau jugak kan?.  Kenapa?.  Kasar sangat ke gurauan I tu?.  you kan lelaki.  Takkan lah mudah sangat sensitive.  Jadi perempuan lah kalau macam tu.  (BERCAKAP ENDAH TAK ENDAH).
29. AIRIEL
Yelah…Yelah.  I dah kenal sangat siapa you Puteri.  Sebenarnya I ada good news untuk kita.  You nak tahu tak?.  (MEMANCING PERHATIAN).
30.  PUTERI NUR AIN NATASHA
(TERBURU-BURU BERCAKAP).  (MENGALIHKAN PANDANGAN TEPAT KE ARAH AIRIEL).  What’s a good news?.  Wanted too hear it.  Tell me.  Im hearing you.  My focus down to you right now.  Tell it.  Tell it please.  Hurry!.
31. AIRIEL
(SURPRISE).  (NADA GEMBIRA).  Actually,  kita dah terpilih untuk ke final round salsa dance.  Khamis depan final day.  Kita antara pasangan yang berada di ranking paling atas.  (PUTERI TERLOMPAT-LOMPAT GEMBIRA.
32. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Bertuahnya diri aku.  Dua hari berturut-turut aku dapat berita gembira.  Aargh… gembiranya aku rasa.  Happy sangat-sangat.
33. PUTERI NUR AIN NATASHA
Wow, a big surprise for me.  Thanks Airiel.  I got two god news in two days.  What a  wonderfull life.  Happynya I rasa.  Lets go  and had a lunch together.  I belanja you.  (MIMIK MUKA GEMBIRA).  (TERSENYUM).
34. AIRIEL
Wait a minute Puteri.  I ada sesuatu nak bagi kat you.  (MENGHULURKAN BUNGKUSAN BERWARNA MERA).  (PUTERI MENYAMBUT DAN MEMASUKKAN KE DALAM  BEG). 
35. AIRIEL
OK Puteri.  Lets go now.  Dah tak sabar nak lunch ni.  Dah lama I tak merasa orang belanja, especially you.  (MENARIK TANGAN PUTERI).
36. MIERA
Hye guys.  Morning Puteri.   Morning Airiel. (DATANG DENGAN TIBA-TIBA DARI ARAH BELAKANG)


37.  PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENARIK TANGAN MIERA) (NADA BERBISIK).  Jom temankan Puteri makan dengan Airiel dekat kafeteria.  Please Miera.
38. MIERA
(NADA BERBISIK). (MENGGELENGKAN KEPALA).  Miera ada kerja lah.  Busy sekarang.  Pergi berdua dah lah. 
39. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENGJEGILKAN MATA). (MENCEBIK BIBIR).  Jom lah.  (MENARIK TANGAN MIERA).  (MIERA MENUNDUK DAN MENGIKUT).  (KETIGA-TIGAA BERJALAN KE KAFETERIA.
CUT TO :

SC 3               INT. BILIK TIDUR – SEBUAH BILIK DI KOLEJ KEDIAMAN UNIVERSITI AWAM.
PELAKON : PUTERI  NUR AIN NATASHA dan (V.O AIRIEL)

 (PUTERI MENGHABISKAN MALAMNYA DI HADAPAN KOMPUTER.  MELAYARI INTERNET MENCARI MAKLUMAT TENTANG TARIAN SALSA).  (FOKUS KAMERA DI ARAH PADA SKRIN KOMPUTER). (BEBERAPA LAMA MENDALAMI ARTIKEL-ARTIKEL BERKENAAN.)(TERINGAT HADIAH YANG DIBERIKAN AIRIEL). (TANGAN MENCARI DI DALAM BEG).

40. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Apalah yang Airel berikan kali ni.  Seringkali dia memberikan aku bingkisan.  Sesak bilik aku dengan bingkisan-bingkisan darinya.  Hendak ditolak takut merajuk.  Kalau dah merajuk dengan siapa aku nak menari nanti.  Hari ini ada kelainan dalam bingkisan hadiahnya.  Selalunya dia hanya menghulurkan sekotak hadiah tapi kali ini dia hulurkan hadiah bersama dengan sepucuk surat.  Apakah yang dikarangnya dalam surat tu.  Jangan jadi khutbah cukuplah…  penat aku nak memahaminya nanti.
(MEMBUKA PEMBALUT HADIAH.  MELIHAT KE DALAM KOTAK.  MEMEGANG SEUTAS RANTAI EMAS RAFFLESIA.  MATA TERTOLEH KE ARAH SAMPUL SURAT)
41. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Apalah kesudahan semua ini.   Mengapa warkah ini hadir di waktu yang tidak sepatutnya.  Apakah yang sedang kau fikirkan Airiel?.  (TANGAN MEMBUKA SURAT PERLAHAN-LAHAN).
42. V. O. AIRIEL (MEMBACA SURAT).
Assalamualaikum Puteri…
Maafkan Airiel andai kehadiran surat ini menganggu Puteri.  Tak terdetik di hati Airiel untuk mengganggu Puteri.  Puteri jangan kehairanan dengan salam yang Airiel hulurkan.  Sebenarnya Airiel dah menganut agama Islam.  Sudah lama Airiel ingin bertukar agama.  Kehadiran Puteri telah banyak memberikan Airiel dorongan untuk terus belajar mendalami Islam.  Bukan kerana Puteri Airiel lakukan semua ni tapi kerana Airel ada kesungguhan untuk berubah.  Bagi Airiel tiada agama seperti terumbang dilaut derita dan kerana itulah Airiel memilih Islam sebagai jalan hidup Airiel.  Airiel nampak sebuah ketenangan disebaliknya.
Puteri,                                                                                                                                  Airiel nak mengungkap satu rasa yang telah lama terbuku di sanubari ni.  Sebenarnya Airiel sudah mula mencintai Puteri sejak kali pertama kita berjumpa.  Puteri telah menambat perasaan Airiel.  Maafkan Airiel jika pengakuan ini menyakiti hati Puteri.  Makin Airiel kenali Puteri semakin Airiel menyayangi Puteri.  Jika boleh Airiel tak ingin melepaskan Puteri dari pelukan Airiel.  Setiap kali kita berpasangan saat menari,  Airiel dapat rasakan bahang cinta Airiel pada Puteri kian membuak.  Airiel sudah tidak sanggup menafikan perasaan itu lagi.
Puteri,                                                                                                                                     Segalanya keputusan di tangan Puteri.  Airiel hadiahkan seutas liontin buat Puteri beserta dengan warkah ini.  Airiel harap Puteri akan sentiasa memakainya di leher jinjang Puteri itu.  Airiel membayangkan kemanisan wajah Puteri memakai liontin itu saat Airiel membelinya.  Liontin itu Airiel hadiahkan khas buat Puteri.  Puteri tak akan dapat mencari pendua kepada liontin itu di mana-mana pun kerana liontin itu cuma ada satu sahaja salinannya.  Ia hanya ada pada Puteri.  Liontin itu lambang cinta Airiel pada Puteri.  Lambang cinta yang satu.
Puteri,                                                                                                                                 Seandainya cinta Airiel ditolak Airiel mohon jangan dibuang liontin itu.  biarlah liontin itu kekal di leher  jinjangmu.  Airiel akan sentiasa menunggu kehadiran Puteri dalam hidup Airiel sampai akhir hayat Airiel.  Tahun ni tahun terakhir Airiel belajar.  Selepas ni Airiel akan terbang ke Jepun melanjutkan pelajaran kat sana.  Airiel mohon kita tetap jadi kawan walaupun apa keputusan yang Puteri putuskan.
Salam sayang buat puteri hatiku.  Semoga harimu berlalu dengan indah setiap hari.  Doaku akan mengiringi tiap langkahmu sayang.  Semoga hidupmu bahagia dengan siapa pun pilihan hatimu.  Kulukiskan sebuah puisi buatmu...
Namamu Di Hatiku Puteri…

Bayu malam yang menyapa lembut dipipiku
Purnama yang mengintai seri diwajahku
Bagaikan turut berlagu seiring irama dihatiku
Irama asyik bila terkenangkanmu…

Saat kulepaskan keluhan yang bertahta dihati
Bayu bagaikan turut tertahan
seperti nafasku saat kau merenungku…
deruan ombak yang gemersik berbisik ditelingaku
lambaian dedaun yang meriah mengusik pandanganku
bagaikan turut mengalunkan seiring nada dijiwaku
nada pesona bila membayangkanmu…

saat terukir senyuman menguntum dibibir
ombak bagaikan turut gelora
seperti perasaanku saat kau mengodaku…
untaian bicaramu bagaikan tali melingkari jiwaku
imbasan wajahmu bagaikan bayangan yang mengekoriku
bagaimana mungkin kupergi mahupun berlari
kerana namamu telah pun terpahat di hatiku…
(PUTERI MENGHADAP KOMPUTER.  MENAIP SESUATU PADA SKRIN KOMPUTER).

CUT TO :


SC 4               EXT.  – PERPUSTAKAAN UTAMA UNIVERSITI AWAM.
PELAKON : AIRIEL dan  PUTERI NUR AIN NATASHA

43. PUTERI NUR AIN NATASHA
Airiel, I ada sesuatu untuk you.  I balik dulu.  Jumpa kat kelas tarian malam nanti.  Assalamualaikum. (PUTERI MELANGKAH PERGI)
44. AIRIEL
Waalaikumussalam.  (MIMIK MUKA KECEWA). (MELIHAT PUTERI BERLALU PERGI)




SC 5               EXT – TEMPAT LETAK KERETA UNIVERSITI AWAM
                        PELAKON : AIRIEL dan V. O. PUTERI NUR AIN NATASHA

45. MONOLOG DALAMAN AIRIEL
(MENGHIDUPKAN ENJIN KERETA).  Apa yang Puteri serahkan ni agaknya.  Seram sejuk pulak aku rasa badan nie.  (TANGAN AIRIEL MEMBUKA SAMPUL SURAT.  SEKETIKA EMOSI AIRIEL BERUBAH). (KELIHATAN BINGGUNG DAN SEDIH).  (MENANGIS KECIL)
46. V. O. PUTERI NUR AIN NATASHA(MEMBACA SURAT)
Waalaikumussalam  Airiel,
Terima kasih kerana hadiahkan saya liontin itu.  Cantik sangat Airiel.  Saya tak layak memiliki liontin itu Airiel.  Liontin itu tidak padan dengan gadis seperti saya.  Walau apapun saya tetap terima liontin itu untuk awak.  Terima kasih sekali lagi Airiel.
Saya betul-betul terkejut awak dah bergelar muslimat sekarang.  Saya belum tahu nama Islam awak lagi.  Apa agaknya nama Islam awak Airiel?.  Bila awak nak beritahu saya?.
Airiel,  maafkan saya terlebih dahulu jika kata-kata saya akan mengguris hati awak.  Saya tidak dapat menerima cinta awak yang tulus itu Airiel.  Saya tidak seperti apa yang awak impikan Airiel.  Saya tidak layak untuk bergandingan di sisi awak.  Terlalu banyak kekurangan dalam diri ini yang belum awak ketahui.  Seandainya awak tahu mungkin dari awal awak akan membuang cinta awak pada saya jauh-jauh. 
Airiel,                                                                                                                                       Saya anggap cinta awak itu terlalu suci.  awak carilah insan lain yang lebih sempurna daripada saya Airiel.  Saya tidak mampu untuk membimbing awak sedangkan diri saya masih terumbang-ambing.  Serahkanlah cinta awak pada insan yang benar-benar tulus mencintai awak.
Airiel,                                                                                                                                         Puteri doakan awak akan berjaya menamatkan pelajaran awak dan melanjutkan pelajaran ke Jepun.  Saya doakan impian awak itu tercapai.  Semoga Allah Yang Maha Esa melindungi awak setiap masa.  Maafkan saya kerana menolak keikhlasan cinta awak.  Sememangnya saya tidak layak mendekati hati suci awak itu Airiel. 
Semoga awak berbahagia selalu.  Kita akan tetap menjadi teman selamanya.  Jaga diri awak Airiel.
Assalamualaikum
Puisi untuk awak Airiel,
If one day you feel like crying
Call me
I don't promise to make you laugh
But I can cry with you

If one day you have a problem
Call me
I don't promise to give you a solution
But you can share with me

If one day you want to walk away
Don' be afraid
Call me
I don't promise to ask you to stop
But I can walk together with you

If one day you don't want to listen to anyone
Call me
I promise to be there for you
And I promise to be quiet

But if one day
You call me
And there is no answer
Come fast to see me
Perhaps I need you
Or
Maybe perhaps I'm not
Around anymore!!

CUT TO :


SC 6               INT.  – DEWAN TARIAN FAKULTI KEBUDAYAAN UNIVERSITI AWAM
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, CHOLOGRAPHER dan PAPA AIRIEL
                       
(KELAS TARIAN BERMULA.  AIRIEL BELUM SAMPAI.  PUTERI MENGHUBUNGI AIRIEL MELALUI TELEFON BIMBIT TETAPI TIDAK DISAMBUNGKAN).  (PUTERI KERISAUAN).
47. PUTERI NUR AIN NATASHA
(BERCAKAP SENDIRI).  Airiel, where are you?. Picked up your phone please.  Everyone waiting for you.  Why are you so late?.”  (WAJAH PUTERI PUCAT DAN RESAH).  (MIMIK MUKA KERISAUAN).

48. CHOLOGRAPHER
OK, (MENEPUK TANGAN).  Semua bangun.  Mulakan latihan.
(LATIHAN DIMULAKAN TANPA AIRIEL.  PINTU DEWAN DIKETUK BERULANG-ULANG KALI)(KELIHATAN LELAKI SEPARUH UMUR)
49.  PAPA AIRIEL
(BANGSA ASING BERBAHASA INGGERIS).  Hello,  it is where Puteri dance?.  Can I talk something to she?.
50. PUTERI NUR AIN NATASHA
Yes. I am.
51. PAPA AIRIEL
Can we discuss outside?.

52. PUTERI NUR AIN NATASHA
Sure u can sir.  (KEDUA-DUA MELANGKAH KE LUAR DARI DEWAN TARIAN) (MENURUNI TANGGA) (KELUAR KE TEMPAT LETAK KERETA)



SC 7               EXT.  – TEMPAT LETAK KERETA DEWAN TARIAN FAKULTI KEBUDAYAAN UNIVERSITI AWAM
PELAKON : PUTERI  NUR AIN NATASHA dan PAPA AIRIEL

53. PAPA AIRIEL
(BERBAHASA MELAYU).  Awak Puteri?.
54. PUTERI NUR AIN NATASHA
(WAJAH KELIRU). Ye saya Puteri.  Kenapa encik nak berjumpa dengan saya?.  Ada apa-apa hal yang saya boleh bantu encik?.
55. PAPA AIRIEL
Saya ada satu perkara nak beritahu awak.  Semuanya berkenaan dengan Airiel, anak saya.  (BERHENTI SEKETIKA).  (PUTERI TERKEDU DAN BIMBANG).


56. PAPA AIRIEL
Puteri, untuk pengetahuan awak Airiel baru saja meninggalkan dunia ni sebentar tadi.  Dia terlibat dalam kemalangan jalan raya sewaktu dalam perjalanan ke studio tarian.  Kereta yang dipandunya bertembung dengan treler minyak mentah.  Airiel meninggal di tempat kejadian.  Tubuhnya hangus terbakar.  (BERHENTI SEKETIKA) (WAJAH SEDIH DAN MENANGIS).
57. PAPA AIRIEL
Puteri,  uncle kat sini nak sampaikan sesuatu kepada Puteri.  Airiel wasiatkan sesuatu untuk Puteri dan bersama ni uncle serahkan kotak miliknya yang disimpan penuh rahsia.  Uncle tak pernah membukanya sehinggalah ke saat dia meninggalkan uncle.  Uncle harap Puteri tabah menghadapi semua suratan dan ketentuan ilahi.  Walau apapun yang terjadi Airiel takkan kembali bersama kita.  Jika Airiel ada di sini dia tentu tidak mahu melihat kesedihan Puteri. 
58.  PAPA AIRIEL
(TERSENYUM HIBA).  Puteri datanglah ke rumah uncle esok.  Uncle nak sempurnakan pengebumian mayat arwah di kubur Islam berhampiran kediaman uncle.  (MIMIK MUKA PUERI HAIRAN).  Puteri tak perlu hairan, uncle sekeluarga telah memeluk Islam bersama-sama dengan bimbingan Airiel.  Cuma itu sahaja kenangan paling manis Airiel tinggalkan untuk uncle dan keluarga.  Uncle minta diri dahulu.  Assalamualaikum Puteri. (KEDUA-DUA MENITISKAN AIR MATA.  KESEDIHAN DI RAUT WAJAH PUTERI).
(AIR MATA PUTERI TIDAK HENTI-HENTI MENGALIR.  KAKI DAN TANGANNYA LONGLAI.   PUTERI  MEMEGANG KOTAK DAN SAMPUL YANG DITINGGALKAN AIRIEL.) (PUTERI JATUH TERJELUPUK KE DINDING).
CUT TO :
SC 8               EXT.  – TEMPAT LETAK KERETA DEWAN TARIAN FAKULTI KEBUDAYAAN UNIVERSITI AWAM
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, PAPA AIRIEL, MAMA AIRIEL, PELAKON TAMBAHAN dan V.O. BACAAN YASIN DAN TALKIN.

(WAJAH PUTERI KELIHATAN CENGKUNG DAN TAK BERMAYA.  KELIHATAN LEMAH.  PUTERI MENANGIS SAMBIL MEMBACA YASIN.

59.  MAMA AIRIEL
“Puteri, jangan diratapi insan yang telah pergi.  Dia tetap tidak akan kembali bersama kita lagi.  Maafkan segala dosa-dosa dia pada Puteri dan halalkan apa yang pernah diberi.  Tabahkan hatimu nak.  Aunty balik dulu. Assalamualaikum Puteri.  Jangan bersedih lagi anakku. 
60.  PUTERI NUR AIN NATASHA
Waalaikummusalam. (PUTERI BERSALAMAN DENGAN IBU AIRIEL DAN MENCIUM TANGANNYA).
61. PUTERI NUR AIN NATASHA
Airiel, kenapa awak pergi dalam keadaan begini?. Kenapa Airiel…Kenapa?.  Kenapa awak mungkiri janji yang awak paterikan pada saya Airiel?.  Kenapa awak mesti pergi?.  (TANGAN MEMEGANG RANTAI YANG DIBERIKAN AIRIEL).

CUT TO :

SC 9               INT.  – SEBUAH BILIK DI KOLEJ KEDIAMAN UNIVERSITI AWAM
PELAKON : PUTERI  NUR AIN NATASHA dan V.O. AIRIEL

(WAJAH PUTERI MURAM.  MATA TERTUMPU PADA KOTAK MILIK AIRIEL.  MENCAPAI KOTAK MILIK AIRIEL.  KOTAK DILIHAT BERULANG KALI.  MERAPATKAN KOTAK KERIBAAN.  MEMBUKANYA PERLAHAN-LAHAN).
(PUTERI MENGELUARKAN BEBERAPA KEPING GAMBAR.  FOKUS KAMERA PADA GAMBAR YANG DIKELUARKAN.) (MENGELUARKAN TIKET WAYANG)(MENUTUP KOTAK DAN DILETAKKAN DI ATAS MEJA.
(MENCAPAI SAMPUL SURAT BESAR.  MEMBUKA SAMBUL SURAT BERHATI-HATI DAN PERLAHAN.  MENGELUARKAN BEBERAPA KEPING SURAT DAN KERTAS SERTA POLISI INSURAN)
(MUKA PUTERI KELIHATAN TERKEJUT)
62. PUTERI NUR AIN NATASHA
Airiel, apa yang awak fikirkan?.  Mengapa awak bebankan jiwa saya dengan penyesalan?.  Untuk apa saya simpan wang ini?.  Semua ini tidak terbanding dengan kehadiran awak Airiel.  Wang RM100,000 tidak akan mengembalikan awak pada saya Airiel.
(SURAT DARI JABATAN AGAMA ISLAM.  KENYATAAN AIRIEL MEMELUK AGAMA ISLAM).  (KAMERA DIFOKUSKAN PADA NAMA ISLAM AIRIEL). (SEPUCUK SURAT DIKELUARKAN).

64.  V. O. AIRIEL (MEMBACA SURAT)
Assalamualaikum Puteriku,
Maafkan aku kira warkah ini kembali mengganggu hidupmu.  Aku  cuma ingin berikan kau penjelasan sayang.  Walaupun cinta suci ku kau ketepikan tetapi keputusanmu ku terima sayang.  Sememangnya tiada paksaan dalam percintaan.  Mungkin tiada jodoh antara kita. 
Puteriku sayang,                                                                                                         
Saat kau baca tulisanku ini aku sudah tidak berpijak di bumi Tuhan lagi.  Mungkin telah jauh di langit Tuhan.     Semua yang terjadi bukan inginku dan bukan rancangku.  Seandainya aku pergi, ku mohon dirimu tabah sayang.  Walau kita tak bersama dirimu sentiasa dihatiku sampai akhir hayat dan pada saat kematianku nanti akan ku sebut namamu bersama kalimat Allah.
Puteri impianku,                                                                                                    
Sampul yang kau pegang sekarang mengandungi sesuatu buatmu dan kotak milikku itu sebuah impian yang ku simpan.  Puteri,  kau telah meninggalkan kenangan manis dalam hidup aku.  Tiada lagi kenangan yang terindah selain seindah kenangan bersamamu.  Walau aku tak mampu menjejaki hatimu tapi aku tetapi merasai panas cintamu sayang.  Masih ingat lagi semua gambar-gambar milikmu itu ku tangkap sebagai kenangan kita.  Simpanlah sayang dan pandanglah tiap kali kau mengingati aku.  Telah ku coretkan kata di sebalik foto-foto ungu itu.
Puteri,                                                                                                                                    Perjalanan hidupmu masih panjang.  Telah aku sediakan sebuah harta bagi mengejar impianmu.  Ku tinggalkan padamu insuran nyawa berharga RM 100,000 untuk kau gunakan menjalani kehidupanmu.  Aku tidak mahu melihat dirimu  kesusahan setiadanya aku di sisimu.  Semua ini telah kurancangkan sejak dari awal perkenalan kita.  Biarpun cintaku kau tolak semua ini tetap akan tertunai sayang.  Ku harap kau terima tanpa pelbagai soalan.  Semua yang aku lakukan hanya untuk kebahagiaan dirmu sayang.
Sayang,                                                                                                                         Tiada apa lagi yang mampu aku coretkan padamu.  Aku memohon diri untuk pergi menemui yang abadi.  Doakan ku di sana.  Pesanku sayang, jangan kau lupakan aku dan jangan kau lupakan sedekahkan padaku seusai bacaan Yasin setiap kali kau akhiri tuntutan ilahi.  Ku sertakan puisi-puisi rinduku padamu sayang.
Salam sayang buat puteriku yang terindah.  Sentiasa mencintaimu selamanya.
Muhammad Airiel Haqziq                                    





Kehadiranmu
lautan kematian ombak
tenang pantai tiada terusik
begitu tasik hatiku
sejak kehadiranmu
hatiku dipenuhi kerinduan
jiwaku diisi kegembiraan
diriku berlagu riang
walaupun dibelenggu keresahan
ketahuilah...
hadirmu
memberi sejuta makna dalam hidupku
kau berikan cahaya tika
diriku dalam kegelapan
kau beri kekuatan
tika aku diuji dengan dugaan
saat ku kehilangan keyakinan
kau nyalakan obor pengharapan
mekar dan tidak pernah layu

ketahuilah...
dirimu membuatkan
hatiku mekar dan mewangi
seperti sekuntum bunga di tasik
madu
yang tidak akan layu
ibarat asyiknya sungai yang mengalir
memberi sumber kepada hidupan

tiada kata
yang dapat kugambarkan
betapa
aku hargai
kehadiranmu
doa khudus aku panjatkan
semoga dirahmati
perhubungan ini.

Sedetik Buat Kita
Sayang…
Andai saat ini ilahi memanggilku
kembali,
Ku harap kau tabah menghadapi,
Detik-detik dan liku hidup ini,

Kerana…
Aku tak mungkin lagi berada di sisimu,
Aku tak lagi dapat mengusap wajah
manjamu itu,,
Tak mungkin aku mampu lagi menggapai
tanganmu,
Apatah lagi untuk aku mencarik hatimu
dengan..
Tinta-tinta kerinduan,
Warkah-warkah kasih sayang,,
Irama-irama kesyahduan,
Bait-bait puisi riang,
Dan baris-baris kenangan yang pernah
kita simpulkan…..

Sayang…..
Andai saat ini saat terakhir aku di
sisimu…
Izinkan aku tatapi tiap lirik wajahmu
Izinkan aku mencuit senyum manja,
Izinkan aku selami hatimu
Izinkan aku padamkam luka di jiwamu,
Biarkan sisa hidup ini dengan ku tabur
sedetik bahagia
agar…
Kau takkan mudah melupakan aku.
Kau tak mudah tinggalkan cintaku,
Tak mudah kau usir rindu yang
bertandang saat ini,
Biar ia menjadi sejarah yang tak
mungkin kau lupa
Cukuplah sehingga kau belum
berpunyai…..

Sayang….
Andai masa sudah mengakhiri,
Andai saat yang dinanti tiba di hati..
Ku harap kau rela membiarkan ku pergi..
Ku harap kau dicucuri rahmat dari
ilahi,
Sentiasa bahagia dan hidup ceria,
Akan ku lihat kau dari jauh
Jangan lupakan aku biarpun kau dah
berpengganti..
Hulurkan doamu padaku tiap malam agar
aku bisa mendengar lagi
Suara merdumu,
Hadiahkanku bacaan yasin dan doa
setiap kali kau akhiri tututan mu
sayang…….

CUT TO :

SC 10             INT.  – SEBUAH BILIK DI KOLEJ KEDIAMAN UNIVERSITI AWAM
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA

LAKONAN TANPA SUARA – PUTERI – (BERKEADAAN MURUNG DAN MENGURUNG DIRI DI DALAM BILIK.  PUTERI MENANGIS.  (FOKUS KAMERA PADA INGATAN PUTERI TENTANG AIRIEL.  KAMERA BERFOKUS PADA STUDIO TARIAN TEMPAT AIRIEL DAN PUTERI BERKENALAN.  INGATAN PUTERI PADA KETAWA AIRIEL DAN BUNGA YANG DIBERIKAN AIRIEL.  WAJAH PUTERI KEMBALI SURAM DAN KECEWA).
65. PUTERI NUR AIN NATASHA (BERCAKAP SEORANG DIRI)
Airiel, kini hanya bayangmu yang menyentuh hatiku menemani sepi.  Semua cinta yang kau hulurkan telah pergi dan tinggalkan diriku dalam kelukaan dan sendiri.  Waktu dan masa terus berjalan dan meninggalkan perit di hatiku.   Airiel…(BERHENTI)…sewaktu ada mu aku buta, ketika tiadamu aku rindu huluran cahaya.  Dulu kau seperti matahari dan tetap bercahaya  walaupun malam menjelma cahaya kau pada bulan tetap menerangi hidupku walau kekadang gerhana terjadi tetapi akhirnya akan kembali juga kecerahan. (WAJAH RINDU).
(BERJALAN KE ARAH ALMARI.  MERABA-RABA SESUATU DARIPADA DALAM ALMARI MENCARI KOTAK MILIK AIRIEL.  MEMBUKA KOTAK DENGAN TANGISAN.  MELIHAT-LIHAT FOTO DAN TERSENYUM
66. PUTERI NUR AIN NATASHA (BERCAKAP SEORANG DIRI)
Airiel,  cuba awak lihat foto-foto kita,  semua ini mengungkap kenangan terindah antara kita.  Senyuman di wajah awak sungguh indah sekali.  Manis dan sentiasa bersahaja.  Saya rindukan semua kenangan itu.  Airiel, saya sayangkan awak.


CUT TO FLASHBACK :




SC 11             INT.  – STUDIO TARIAN
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, AIRIEL DAN PELAKON TAMBAHAN

67. PUTERI NUR AIN NATASHA
Airiel…(SEPARUH MENJERIT).(BERHENTI SEKEJAP)…Airiel, saya ada sesuatu nak bacakan pada awak.  Nak dengar tak?.  Sayang… (PUTERI SENYUM DAN KETAWA KECIL)
68. AIRIEL
Eh Puteri…ingatkan sape tadi.  Tak Nampak le pulak.  Nyaris-nyaris saya ingatkan bunian yang panggil tadi. (SENYUM DAN KETAWA).  OK.  Apa yang awak nak bacakan untuk saya?.  Baca yasin ke? (MENYAMBUNG KETAWA).
69. PUTERI NUR AIN NATASHA
Yelah.  Saya nak bacakan yasin untuk arwah awak. (MIMIK MUKA GERAM). (BERHENTI SEBENTAR). Awak ni kan Airiel, kalau tak menyakat saya satu hari tak sempurna hidup awak.  Saya nak bacakan puisi yang saya tulis semalam.  Nak dengar ke tak nie?. (MENARIK MUKA SEOLAH-OLAH MERAJUK)
70. AIRIEL
Mestilah nak dengar, sayang. (TERSENYUM GEMBIRA)
71. PUTERI NUR AIN NATASHA
Dengar ok. (MEMBISIK KE TELINGA AIRIEL).
72.  V. O. PUTERI  NUR AIN NATASHA (MEMBACA PUISI)
Lukisan Wajahmu
saat aku menatap lukisan wajahmu...
yang mewah dengan senyuman
yang sarat dengan pandangan   yang indah dengan renungan                                kasih dan sayang
aku kehilangan diriku...

aku tidak pernah puas menatapmu
seperti hatiku yang tak pernah puas menyayangimu
seperti diriku yang tak pernah puas merinduimu                                               seperti bibirku yang tidak puas menyebut namamu
aku bagai milikmu...

bila datangnya pagi yang cerah
secerah wajahmu memancarkan keriangan                                                                  menyinarkan harapan memalsukan kedukaan
aku terasa akulah insan paling bertuah                                                                     insan punya anugerah
berdampingan denganmu satu yang indah                                                                  bukan  mudah           
bila datang pula malam yang berbintang                                                                         indah , cantik dan gah
berkemilauan seperti sinar matamu ketika menatapku
terasa merona merah dan hangat wajahku
aku termalu..terusik naluri halusku...

begitulah sayang...
saat ku menatap lukisan wajahmu
sepertinya kau di hadapanku
mengotakan impian kita untuk bersatu
dalam mahligai rindu...

CUT TO :

SC 12             INT. – BILIK TIDUR PUTERI (RUMAH MAMA)
PELAKON : PUTERI  NUR AIN NATASHA DAN MAMA PUTERI

(PUTERI MENANGIS.  KELOPAK MATANYA DI PENUHI AIR MATA. MAMA MENGETUK PINTU DAN BERJALAN MASUK).
73.  MAMA PUTERI
 Puteri.  Kenapa anak mama menangis ni?.  Jangan diingatkan sangat perkara yang dah lepas sayang.
74. PUTERI NUR AIN NATASHA
Hye mama.  Mana ada Puteri menangis.  Ada habuk masuk mata Puteri tadi lah.

75. MAMA PUTERI
Sayang, tak usahlah nak menipu Mama.  Mama lebih dulu makan garam dari awak tu.   So macam mana dengan tarian?.
76. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENGELUH). Puteri dah tak ikut serta tarian sekarang ni Mama.  (DIAM). Terlalu banyak kenangan bersama Airiel yang terungkap bersama tarian.    Puteri tidak sanggup berhadapan dengan kenangan-kenangan itu dan takut mengakui kerana Puteri  Airiel menjadi korban.  (MENANGIS).
77. MAMA PUTERI
Jangan terus-terus salahkan diri Puteri.  Semuanya suratan daripada illahi.  Allah dah tetapkan apa yang terbaik untuk makhluknya.  Kita sebagai manusia kena menerimanya dengan tabah.
78.  PUTERI NUR AIN NATASHA
Mama tak faham dan tak merasa segala yang Puteri lalui.  Mudah bagi Mama untuk bercakap tapi Puteri yang menanggungnya.  Kalau tak kerana Puteri yang tolak cinta dia, sudah tentu Airiel masih ada di sisi kita semua. (DIAM).  Kalaulah Puteri dapat gantikan tempat Airiel…kan..


79. MAMA PUTERI
(MAMA MENYAMPUK).  Puteri, jangan menidakkan takdir Allah.  Jodoh pertemuan semuanya di tangan Allah.  Tabahkan hati Puteri.  Masa depan puteri masih panjang.  Jangan cepat mengalah  macam ni.  Ke mana menghilang anak mama yang tabah?.
80. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENGELUH). Airiel kemalangan kerana Puteri tolak cinta dia Mama.  Puteri bersalah pada Airiel dan keluarganya.  Tidak aka nada lagi cinta yang akan bertandang di hati Puteri selepas ni.  Biarlah Puteri terus begini. (MIMIK MUKA KECEWA DAN SEDIH).
81. MAMA PUTERI
Jangan begitu sayang.  Berilah peluang pada insan lain untuk mendiami hatimu.
82. PUTERI NUR AIN NATASHA
Sudah lah Mama.  Biarkan Puteri kesunyian.  Puteri sebolehnya tidak mahu pisang berbuah dua kali.  Puteri tidak mahu perkara yang terjadi kepada Airiel berlaku lagi.  Puteri sudah tidak sanggup menghadapi malam-malam suram bersama impian dan kenangan Airiel.  (DIAM. MENANGIS. MENGESAT AIR MATA). 

83.  PUTERI NUR AIN NATASHA
Hati ini sudah cukup dilambung kesayuan yang memedihkan.  Kalau tidak kerana Airiel pun Puteri ada sebab lalin.  Puteri tidak mahu luka lama menggores hati ini semula.  Puteri  bimbang bekam akan pecah dan menjadi nanah.      
84. MAMA PUTERI
Buatlah keputusan yang terbaik sayang.  Mama keluar dulu. (BERJALAN KELUAR DAN MENUTUP PINTU.)

CUT TO :


SC 13             INT. – STOR SIMPANAN BARANG (RUMAH AIMAN DAN PUTERI)
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN AIMAN (SUAMI PUTERI)

85. AIMAN
Sayang,  awak bermimpi lagi?.  Kebelakangan ni awak selalu berangan.  Ada apa-apa yang tak kena dengan awak ke sayang?.  Awak buat abang risau.
86. PUTERI NUR AIN NATASHA
(TERJEKUT).  Eh…sejak bila abang kat belakang saya ni?.  Mana ada saya bermimpi.  Abang salah pandang kut.  (BERPURA-PURA MENGEMAS).
87. AIMAN
Yelah tu sayang.  (MENGELUH).  Abang terpekik-pekik panggil sayang nak ajak minum petang tapi sayang langsung tak menyahut so abang datang lah cari sayang.  Risau takut ada apa-apa terjadi kat sayang.
88. PUTERI NUR AIN NATASHA
Owh… OK…saya minta maaf sayang.  Tasha betul-betul tak dengar abang panggil Tasha tadi.  Kenangan-kenangan silam ni mengganggu fikiran Tasha, bang. (MENGHULURKAN BEBERAPA HELAI KERTAS YANG SUDAH USANG KEPADA AIMAN).
89. AIMAN
Tasha, (DIAM).  Berulang kali abang katakan pada Tasha agar semua kenangan tu dibuang jauh-jauh.  Seandainya Tasha ingin simpan biarkan ia menjadi sekecil zarah di dalam hati.  Abang sebolehnya tidak mahu melihat Tasha bersedih.(MERANGKUL TUBUH TASHA DAN MEMELUKNYA).

90. PUTERI NUR AIN NATASHA
Ok sayang.  Tasha juga ingin lupuskan semua sejarah silam ini.  Nanti kita buat sama-sama ye bang. (SUARA BERBISIK).
91. AIMAN
Sayangku Tasha,  jom kita minum petang.  Abang dah sediakan air dekat meja di luar. (MENARIK-NARIK TANGAN TASHA).
92. PUTERI NUR AIN NATASHA
Ok  jom sayang. (BERJALAN KELUAR DARI STOR MENUJU KE LAMAN RUMAH DI TEPI KOLAM KECIL).

CUT TO :


SC 14             EXT. – LAMAN RUMAH TEPI KOLAM KECIL (MEJA KECIL RUMAH PUTERI DAN AIMAN)
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN AIMAN (SUAMI PUTERI).

(TASHA KETAWA DENGAN SENDA GURAU AIMAN.  DI CORONG RADIO KEDENGARAN LAGU “CINTA MELAKOLIA”.  PERHATIAN TASHA PADA LAGU TERSEBUT. WAJAH TASHA TIBA-TIBA SEDIH).
93. AIMAN
Sayangggggg…kenapa nie?.  Lagu tu ada magnet ke sampai menarik awak?.  Close you mouth nanti lalat masuk pun awak tak sedar.  (AIMAN MENGONCANG BAHU TASHA DENGAN LEMBUT).
94. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENGELUH KECIL).  Entahlah sayang.  Tasha pun tak tahu kenapa dan apa yang dah terjadi pada Tasha.  Lagu ini mengingatkan Tasha pada kenangan silam seolah-olah sama seperti liriknya.  Tidur Tasha seringkali dihuni mimpi buruk.  Tasha sendiri dah mula takut dengan bayang-bayang Tasha.  (MENGELUH BERAT).
95. AIMAN
Tasha, awak tak boleh bersikap macam ni.  Kenyataan dan suratan perjalanan hidup ni kan kehendak Allah.. Kita tak boleh melawannya sayang. (KECEWA).
96. PUTERI NUR AIN NATASHA
Tapi..kenangan silam itulah yang mencipta Natasha sekarang sayang.  Tanpa kenangan-kenangan itu Natasha takkan berada di sisi abang.  Tasha tahu abang penyelamat hidup Tasha.  Seandainya abang tidak hadir mungkin Tasha sudah menjalani hukuman di penjara sekarang.  Tasha sudah berhutang nyawa dengan abang. (BERSEDIH).
97. AIMAN
Tasha,  (DIAM)…Biarlah abang pikul semua dosa pembohongan dan penipuan itu.  Abang tak akan membiarkan Tasha di tahan.  Abang rela diburu kenangan selamanya tetapi biarlah hanya abang dan bukan Tasha.  Tasha,  buanglah kenangan Tasha yang memeritkan itu.  Tasha tidak lagi hidup dengan kenangan Ain kerana Tasha adalah Tasha sekarang. (TUNDUK DAN MENCIUM DAHI TASHA).
98. PUTERI NUR AIN NATASHA
Tasha dah cuba lupakan semua itu abang.  Walau apapun yang terjadi Ain tetap adalah Tasha.  Walau nama yang berbeza tapi orangnya tetap sama sayang.  (MENANGIS) Tasha tetap pembunuh sayang.  Sudah dua kali Tasha membunuh. 
99. PUTERI NUR AIN NATASHA
Abang sendiri tahu keadaan Tasha waktu itu.  Hanya abang yang cuba selamatkan Tasha.  Pada masa tu Tasha fikir lelaki baik seperti abang sudah tiada dalam dunia ni.  Kehadiran abang telah membuka pintu hati Tasha untuk terima abang dalam hidup Tasha.  Tasha rasa kehidupan Tasha sudah musnah andai abang tiada di sisi Tasha. (MENGELUH PANJANG).
100. AIMAN
Sayang,  abang tidak pernah kisah tentang kisah silam sayang.  Cinta abang pada sayang tetap sama sayang. (DIAM).  Lupakan soal pembunuhan tu.  Lupakan soal pengguguran bayi itu.   (DIAM)  Abang akan tetap terus di sisi Tasha sampai masa abang dipanggil ilahi.  Tasha segalanya pada abang sekarang.  (MERANGKUL ERAT TASHA DALAM PELUKAN).

CUT TO FLASHBACK :

SC 15             INT. – RUMAH PUTERI NUR AIN NATASHA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN HAIKAL (KEKASIH LAMA AIN)

101. HAIKAL
Sayang, kita dinner kat luar ye malam nie.  Haikal ader surprise untuk awak. (RIAK MUKA GEMBIRA).
102. PUTERI NUR AIN NATASHA
Ok sayang.  Ain ikut jew.  Apa surprised tu sayang?. Boleh Ain tahu? (TERSENYUM GEMBIRA). (KETAWA KECIL). (HAIKAL DIAM).
103. HAIKAL
Nanti malam saya jemput awak ok. Kita dinner kat Singgahsana Hotel. (BERLALU PERGI TINGGALKAN AIN).
104. PUTERI NUR AIN NATASHA
Ok.  Awak…(BERHENTI BERCAKAP). (MELIHAT HAIKAL PERGI).


CUT TO :




SC 16             INT. – SEBUAH BILIK HOTEL- HOTEL SINGGAHSANA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA

(AIN TERBARING DI ATAS KATIL DALAM KEADAAN TAK BERPAKAIAN DAN HANYA DISELIMUTI OLEH SEHELAI KAIN PUTIH.  PAKAIAN BERTABURAN DI ATAS LANTAI.  AIN MENJERIT).
105. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Tidak pernah aku menyangka ini semua terjadi.  Engkau insan yang aku percaya lakukan perkara begini pada aku insan yang benar dan tulus mencintaimu.  Tidak pernah aku tersangka perkenalan kita dari kanak-kanak hanya mengundang derita di hatiku tak terbanding sedikit pun dengan bahagia yang kau beri. 
106. PUTERI NUR AIN NATASHA
Sekarang nyatalah kau benar-benar berubah.  Perubahanmu yang menjelekkan.  Kau perlu bimbang dengan kehadiran aku nanti mencarimu Haikal. (MIMIK MUKA MARAH DAN PENUH DENDAM).


CUT TO FLASHBACK :
SC 17             INT. – KAFETERIA - HOTEL SINGGAHSANA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN HAIKAL (KEKASIH LAMA AIN) dan PELAYAN

107. HAIKAL
Awak nak makan apa malam ni?.  Awak order je ok.   Saya belanja awak. (HAIKAL TERSENYUM-SENYUM SINIS).  Waiter.. (MENGANGKAT TANGAN MEMANGGIL PELAYAN).
108. PELAYAN
May I help you sir?.  Need to order something?. (MEMEGANG SEHELAI KERTAS DAN PEN).
109. HAIKAL
Yes.  Please take this order.  Make it special.  (PELAYAN MENULIS MENU YANG DISEBUTKAN DAN BEREDAR).
110.  PELAYAN
(MAKANAN SAMPAI).  Your menu sir.  Have a nice dinner. 
111. HAIKAL
Thanks.  Lets eat honey.  (MENJAMAH MAKANAN BERSAMA PUTERI).

112.  PUTERI NUR AIN NATASHA
I nak pergi washroom kejap ye.  (BERLALU PERGI KE TANDAS).
(HAIKAL MEMASUKKAN SESUATU KE DALAM MINUMAN AIN.  AIN TIBA DARI TANDAS. HAIKAL CEPAT-CEPAT MEMBETULKAN DIRI. PUTERI DUDUK DAN MINUM MINUMANNYA.)
CUT TO :

SC 18             INT. – SEBUAH BILIK HOTEL- HOTEL SINGGAHSANA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN HAIKAL (KEKASIH LAMA AIN)

(HAIKAL MELETAKKAN AIN DI ATAS KATIL DAN MULA MENANGGALKAN BAJU PUTERI).  HAIKAL MENCABUL KEHORMATAN AIN.) (HAIKAL SENYUM DAN KETAWA KUAT).
113. HAIKAL
(KETAWA SINIS).  Akhirnya kau menjadi milik aku Ain.  Selama ini aku hanya bermain-main denganmu.  Puas hati aku. (MEMEGANG PIPI AIN).
(MEMBETULKAN PAKAIAN.  MENGUAK PINTU DAN BERLALU PERGI)
CUT TO :
SC 19             INT. – SEBUAH BILIK DI RUMAH SEWA AIN
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN SHASHA (KAWAN LAMA AIN)

114. PUTERI NUR AIN NATASHA
Shasha…Ain rasa tak sedap badan le.  Dah berapa kali Ain muntah hari ni.  Ain dah tak sanggup nak ulang-alik ke toilet lagi.  Ain pun langsung tak ada selera nak sentuh makanan.  Jangankan sentuh cuit pun Ain tak mahu. (MERUNGUT)
115. SHASHA
Ain ada yang tak kena dengan awak tu.  Jom saya temankan awak pergi klinik ye.  Saya rasa awak dah hamil Ain.  Mungkin awak dah hamilkan anak lelaki tak guna tu.  (RIAK WAJAH BIMBANG DAN MARAH).

116. PUTERI NUR AIN NATASHA
Shahsa…(DIAM)…sudah tiga bulan perkara tu berlalu.  Aku tak rasa ingin mengingati semua tu.  Aku rasa ada benar juga kata kau tu.  Aku patut buat pemeriksaan.  Jom temankan aku Shasha.  (MIMIK MUKA MERAYU).
117. SHASHA
Untuk kau apa sahaja aku sanggup Ain.  (KETAWA KECIL).
(MEREKA BERDUA BERSIAP-SIAP UNTUK KELUAR.  BERGERAK MASUK KE KERETA DAN MELUNCUR PERGI KE BANDAR).

CUT TO :

SC 20             INT. – SEBUAH KLINIK SWASTA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, SHASHA (KAWAN LAMA AIN) DAN DOKTOR LUCY.

(AIN BERBARING DI ATAS KATIL RAWATAN.  DOKTOR MEMERIKSA BAHAGIAN PERUT AIN DENGAN SEJENIS MESIN.  DIPERHATIKAN OLEH SHASHA.)
118. DOKTOR LUCY
Puan Ain,  tahniah awak disahkan mengandung.  Kandungan awak berusia tiga bulan. 
119. PUTERI NUR AIN NATASHA
Terima kasih doktor. 
(AIN TERKEJUT DAN TERKEDU.  BERLALU MENINGGALKAN KLINIK)

CUT TO :


SC 21             INT. – SEBUAH DI RUMAH SEWA AIN
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA

(BERADA DI HADAPAN KOMPUTER.  MEMBACA FAKTA MENGENAI PENGGUGURAN DARIPADA INTERNET.  FOKUS KAMERA PADA SKRIN KOMPUTER).
120. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Hinanya aku rasa diri ini.  Puas aku fikirkan apa yang akan aku lakukan pada janin di rahimku ini.  Mahu dibuang dia tak bersalah kerana dia juga hadir tanpa meminta.  Seandainya disimpan malu besar merundum keluarga.  (AIN MENGELUH PANJANG)
121. PUTERI NUR AIN NATASHA
Maafkan Mama kerana menggugurkan mu.  Maafkan mama kerana tidak sempat membiarkanmu menghidu bayu dunia. (MENGELUH DAN SERBA SALAH). (MENGGUGURKAN JANIN).(TANGAN DI PERUTNYA)


CUT TO :







SC 22             INT. – SEBUAH KELAB MALAM DI BANDAR KUALA LUMPUR
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN), DAN HAIKAL.

(AIN BEKERJA MELEPASKAN PENAT DI SEBUAH KELAB MALAM DI TENGAH-TENGAH KOTA.  SECARA KEBETULAN AIN TERLIHAT KELIBAT HAIKAL.  AIN MENGAMBIL KEPUTUSAN MENYAMAR SEBAGAI GRO UNTUK MEMBALAS DENDAM.)
122. HAIKAL
Hye girl…are u Christien?. I’m your customer . Can we go now?.  (BERJALAN TERHUYUNG HAYANG DALAM KEADAAN MABUK)
120. PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
Yes am i.  Let’s go.  (KETAWA KECIL). 



CUT TO :



SC 23             INT - SEBUAH HOTEL DI BANDAR KUALA LUMPUR
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN),  HAIKAL DAN SATU LEMBAGA.

123. PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
Hye Haikal.  Awak masih kenal saya tak?. Saya Ain kekasih lama awak yang kini membawa serumpun dendam.  Masih ingat saya?.  (MENGHERDIK HAIKAL) (MARAH) (MENJELING SINIS).
124. HAIKAL
(WAJAH HAIKAL PUCAT).  Siapa?.  Ain?.  Saya tak kenal siapa Ain.
125. PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
Kau benar-benar tidak mengenali Ain??.  (MENENGKIG).  Mungkinkah kau boleh lupakan aku setan?.   Aku kembali untuk meragut nyawamu.  Masih kau ingat…(DIAM)…tahun lalu kau pernah menjanjikan aku sebuah kebahagiaan dan memberikan aku detik hitam?.  Aku tahu tak mungkin kau terlalu mudah melupakan malam itu.  Malam yang meragut daraku. Kau ingat tak lagi, Haikal?.  (MARAH DAN KETAWA).
126. HAIKAL
A-A-Aaaaaaaakuuu memememenyesal Ain.   Aku minta maaf Ain.   Aku tahu aku salah.  Maafkan kesalahan lalu itu Ain.  Aku janji kita akan berkahwin dan memulakan hidup baru.   Aku akan tunaikan itu Ain.   Lepaskan aku.  Tolong lah,….aku merayu pada kau Ain.  (WAJAH BERPELUH-PELUH DAN TAKUT)


127. PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
(KETAWA BESAR).  Ahhhhhh…aku tak ingin dengar maaf atau percaya pada kata janji kau lagi.  Semua itu palsu belaka.  Plastik..aku tak percayakan kau.  Aku nak kau mati.  Mati kau Haikal. (KETAWA LAGI)  Hahhahahahahaha…bersedialah Haikal menemui maut.  (MENGANGKAT PISAU TEPAT KE DADA HAIKAL).
128. HAIKAL
Ain tolong lah.  Aku merayu pada kau jangan buat perkara begini.   Aku insaf Ain.   Aku dah insaf. (MENANGIS TERESAK-ESAK).
129. PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
(MUKA MASAM DAN MARAH).  Berbayarkah aku kehilangan maruah yang menjadi maharku dengan maafmu?.  Berbayarkah air mataku yang berdarah luka mengenangkan segala penipuan mu?. (DIAM).  (KETAWA LAGI).  Hahahahahaha..berbayarkah Haikal?. (MENJELING KE ARAH HAIKAL).
130.  PUTERI NUR AIN NATASHA (CHRISTIEN)
Aku pemburumu Haikal, aku pemburu mu.  (KETAWA).  Aku datang untuk melunaskan hutang antara kita.  Bersedialah untuk kita mengakhiri semua ini Haikal.
(SELURUH BADAN HAIKAL MENGGELETAR DAN DIBASAHI PELUH.  AIN MENIKAM TEPAT KE DADA HAIKAL.  DARAH MEMBASAHI CADAR PUTIH.  AIN MEMBERSIHKAN SEMUA KESAN SUPAYA TIDAK DISYAKI SEBAGAI PEMBUNUH.  TIBA-TIBA LAMPU BILIK DIPADAMKAN DAN SATU LEMBAGA MENARIK TANGAN AIN DAN MEMBAWANYA KELUAR DARI BILIK HOTEL.
CUT TO :
SC 24             INT – RUMAH PUTERI DAN AIMAN
PELAKON : PUTERI  NUR AIN NATASHA DAN  AIMAN

(NATASHA BERADA DALAM PELUKAN AIMAN.  WAJAH AIRIEL SILIH BERGANTI.  TERINGAT MENGENAI SURAT WASIAT AIRIEL). 

CUT TO FLASHBACK :


SC 25             EXT – TAMAN REKREASI DI BANDAR KUALA LUMPUR
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, AIMAN DAN V. O. AIRIEL
(AIMAN MENYERAHKAN SURAT WASIAT AIRIEL UNTUKNYA PADA TASHA.  TASHA MENGAMBIL DAN MEMBUKANYA). 
131.  V. O AIRIEL
Assalammualaikum…Aiman, 
Terlebih dulu abang Airiel mohon maaf kerana mengganggu Aiman.  Abang Airiel tidak boleh mencoret terlalu lama.  Abang rasa masa untuk abang di dunia semakin singkat.  Abang nak buat satu permintaan pada Aiman..
Aiman.
Abang ada tinggalkan surat-surat penting dan dokumen mengenai Puteri.  Abang mohon pada Aiman seandainya abang pergi dulu…abang mohon Aiman gantikan tempat abang dan jaga Puteri.  Abang terlalu menyanyaginya.  Biarlah abang tidak dapat bersama dia tetapi zahir abang tetapi merasa dicintai dia seandainya dia dengan Aiman.
Aiman, abang mohon Aiman tunaikan hasrat abang.  Abang mohon diri.  Salam  sayang buatmu adikku.
Assalamualaikum.
Abangmu Airiel.
132.  MONOLOG DALAMAN AIMAN
Abang Airiel, kau memiliki segalanya yang terbaik, Cuma cintamu yang ditolak.  Abang Airiel terlalu baik pada Aiman dan kerana itulah Aiman menunaikan setiap permintaan abang.  Aiman ingin abang bahagia berada di sana.


CUT TO :

SC 26             EXT – TAMAN KCIL DI HADAPAN RUMAH TASHA DAN AIMAN.
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN AIMAN

133. PUTERI NUR AIN NATASHA
Sayang,  saya pernah lukiskan puisi terakhir selepas pemergian abang Airiel.  Saya belum berikannya pada awak.  Selalunya setiap kali saya hasilkan puisi saya akan bacakan untuk Airiel.  Saya terasa ingin bacakan puisi itu untuk awak.  Izinkan saya sayang.
134. AIMAN
Silakan sayang.  (MENGANGGUK).

135.  V.O. PUTERI
Tanpamu
sepi yang beralun bagai irama
mengiringi kerinduanku bagai senikata
kubercanda sendirian dengan kerlipan bintang
berbisik sayu di angin lalu
terusiklah hatiku saat berjauhan darimu…

sinar purnama yang melimpah indah dan cantik
tidak seindah budimu…
harumnya bunga yang sedang mekar
tidak seharum dan semekar kasihmu…
mahalnya sebutir permata yang berkilau
tidak semahal pengorbananmu
segalanya begitu berharga
kerana kau membuat diriku                                                                                                                                                                                                                      merasa bahagia                                                                                                                                                merasa dicinta                                                                                                                     terasa berharga…

 bila tanpamu…                                                                                                                            semakin kusedar
kaulah yang istimewa                                                                                                                                                                                               kaulah yang teragung                                                                                                                                                  kaulah yang satu                                                                                                                                                                                                hanya  untukku
kerana kau membuatku                                                                                                                                                                       merasa dicinta                                                                                                                                                                                                                              merasa istimewa…

Biar Aku Sendiri
Usah kau bergusar di hati
Aku masih disisi
Walaupun tiada sapaan
Ku menyintai mu
ku harap kau riang selalu
tak bisa ku lupa
kau senantiasa dalam doaku
masakan mentari lupakan pagi
sedang kan tirai kabus
di intai sebelum terserlah
cahaya…menyapa bumi
tak bisa ku biar kau sendirian
kedinginan
bahang pagi suria indah
pasti melewati mu dengan kasih ku

malam gelita bukan tiada purnama
hanya pusingan yang di utama
usah gusar lagi sayang
malam tetap berseri dengan kerlipan bintang

cantuman kasih kita tidak pernah retak
ia senantiasa menjalar di jiwa
bahkan mengalir cecair di saluran jantung ku
kau pasti tahu dan mengerti
kau terasa pasti

CUT TO :


SC 27             EXT – KAWASAN PERKUBURAN –KUBUR AIRIEL
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, AIMAN DAN V.O.  BACAAN YASIN

(NATASHA MELAWATI PUSARA ARWAH AIRIEL.  MEMEGANG SEBUAH KITAB YASIN.  MEMBACAKAN YASIN BERSAMA-SAMA DENGAN AIMAN.

136. MONOLOG DALAMAN PUTERI NUR AIN NATASHA
Puteri  lawati pusaramu  Airiel bersama-sama Aiman.  Puteri hadiahkan seusai bacaan yasin berserta doa mengiringi jasad Airiel yang terbaring di dalam.  Puteri  mohon Airiel ditempatkan di syurga dan menjadi kekasih Allah. (MENYIRAM AIR MAWAR DI ATAS PUSARA).   (MENGGULUNG TIKAR DAN BEREDAR).

                        CUT TO :



SC 28             INT – RUANG TAMU DAN RUANG DAPUR RUMAH NATASHA DAN AIMAN.
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, AIMAN DAN PELAKON TAMBAHAN.

(AIMAN DAN TASHA SEDANG MENYIAPKAN MAJLIS KENDURI ARWAH DAN DOA SELAMAT UNTUK ARWAH AIRIEL.  WAJAH TASHA KELIHATAN PUCAT DAN TIDAK BERMAYA).
137. AIMAN
Sayang,  muka awak pucat lesi dan tak bermaya.  Awak kepenatan.  Pergilah berehat dan biar abang yang selesaikan majlis ni.  (WAJAH MEMUJUK)
138. PUTERI NUR AIN NATASHA
Tak apalah abang,  saya ok.  Saya nak selesaikan hajat terakhir saya sendiri.  Abang jangan risau saya ok.  (BATUK-BATUK KECIL.  MENUKUP HIDUNG DENGAN TANGAN.   BATUK MENJADI-JADI DAN HIDUNG BERDARAH.  NATASHA BEREDAR KE BILIK AIR.  TERINGAT KEPUTUSAN PEMERIKSAAN TAHUN LEPAS). 

CUT TO FLASHBACK :

SC 29             INT – RUANG SEBUAH KLINIK SWASTA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA DAN DOKTOR  ARINA

139. DOKTOR ARINA
Awak, saya harap awak sabar dengan kehendak ilahi.   Setelah pemeriksaan dijalankan…(DIAM)… awak disahkan menghidap komplikasi jantung dan disahkan sebagai penghidap leukemia tahap akhir.   Saya bersimpati dengan apa yang awak hadapi. (BERTUTUR DENGAN NADA PERLAHAN).   (WAJAH SIMPATI).
140. DOKTOR ARINA
Masa yang tinggal buat awak hanya enam bulan sahaja lagi.  Saya harap awk akan terus menjalani rawatan.  (BERTUTUR SEAKAN-AKAN BERBISIK).
141. PUTERI NUR AIN NATASHA
(MENANGIS DAN DIAM.  PASRAH).  Saya harap doktor dapat merahsiakan hal ini dari pengetahuan keluarga dan suami  saya.  Saya tidak mahu lihat kesedihan di wajah mereka.  (SUARA TERSEKAT-SEKAT DAN SEBAK)


CUT TO :




SC 30             INT – RUANG RUMAH AIMAN DAN TASHA
PELAKON : PUTERI NUR AIN NATASHA, AIMAN, KELUARGA TASHA DAN KELUARGA AIMAN, PELAKON TAMBAHAN.

(TUBUH NATASHA TERBARING KAKU DI ATAS LANTAI BILIK AIR.)
142. AIMAN
Tasha…Tasha… Apa yang sedang berlaku ni?,  Bangun Tasha.  (AIMAN MEMANGKU TUBUH TASHA.  MEMBERI BANTUAN PERNAFASAN.  TASHA TIDAK LAGI BERGERAK.  AIMAN MENANGIS.   DIPERHATIKAN SEMUA AHLI KELUARGA).
143. AIMAN
Tasha.  (MENJERIT KUAT).  Mama, papa,  Tasha dah tinggalkan Aiman. (MEMANDANG WAJAH MAMA DAN PAPA).
(SELURUH AHLI KELUARGA MEMBUAT PERSIAPAN PENGEBUMIAN ARWAH NATASHA.  WAJAH AHLI KELUARGA SEDIH DAN SEPI). 

CUT TO :



SC 31             EXT – TANAH PERKUBURAN ISLAM – PUSARA TASHA
PELAKON : AIMAN, AHLI KELUARGA, DAN PELAKON TAMBAHAN

(UPACARA PENGEBUMIAN DISEMPURNAKAN OLEH MAMA DAN PAPA TASHA.  SEMUA BERLALU MENINGGALKAN AIMAN DI PUSARA TASHA.  WAJAH AIMAN KESEDIHAN). 
144.  AIMAN
(BERCAKAP DENGAN PUSARA NATASHA).  Tasha, emua orang bersedih atas kehilangan Tasha.  Tasha pergi tanpa memberitahu abang.  Abang benar-benar sedih kerana Tasha pergi tanpa pesan dan tanpa abang ketahui sebabnya.  Belum masanya Tasha tinggalkan abang.  Airil masih perlukan Tasha.  (SEDIH DAN MENANGIS).
145. AIMAN
(MENYAMBUNG BERCAKAP DENGAN PUSARA TASHA).  Tasha,  abang doakan Tasha bersemadi dengan aman bersama abang Airiel.  Abang masih rindukan Tasha.  Abang tidak akan lupa bacakan pada Tasha Yasin setiap kali abang habis solat.
146. AIMAN
 Abang harap Tasha dapat bersemadi dengan aman.  Abang akan jaga anak kita dengan didikan yang baik dan abang akan sentiasa ingatkan dia pada ibunya yang comel.  (MEMEGANG BATU NISAN DAN TUNDUK MELIHAT PUSARA TASHA)


CUT TO FLASHBACK :
SC 32             INT – KAWASAN LUAR RUMAH AIMAN
PELAKON : AIMAN, AIRIL, AHLI KELUARGA, DAN PELOKON TAMBAHAN

147.  AIRIL
(MENANGIS).  Mummy, bangun lah.  Jangan tidur lagi.  Airil  rindu mummy ni.  Airil janji tak nakal-nakal lagi.  Bangunlah tengok Airil. (MENGONCANG NATASHA DAN MENARIK-NARIK KAIN YANG MENUTUP TUBUH NATASHA.  AIMAN MELARANG AIRIL).  (WAJAH AIMAN BINGGUNG).
148. AIMAN
Airil jangan ganggu Mummy.  Mummy dah tinggalkan kita sayang.  (MEMELUK AIRIL)
149. AIRIL
Jangan!!..Jangan ambik Mummy Airil..Mummy tidur ja tu.  Nanti Mummy bangun lah. Jangan lah usik dia. Mummy penat tu. Jangan bawak Mummy pergi jauh.  Nanti sapa nak temankan Airil main?.  (MEMEKIK KUAT).
150. AIRIL
Daddy, ke mana daddy nak bawa Mummy Airil pergi?.  Mummy jangan tinggalkan Airil.  Jangan pisahkan Airil dengan Mummy.  Tolonglah daddy.  (MENARIK-NARIK BAJU AIRIL).
151. AIMAN
Mummy dah meninggal sayang.  Mummy akan dikebumikan.  (AIRIL DAN AHLI KELUARGA MENGANGKAT JENAZAH NATASHA). (AIRIL MENARIK SELUAR AIMAN DAN BERPAUT RAPAT DI KAKI AIMAN AGAR TIDAK MEMBAWA NATASHA PERGI.  MAMA NATASHA MENARIK AIRIL.  AIRIL MERAUNG DENGAN KUAT KEMUDIAN MENANGIS.  NENEK MEMUJUK AIRIL).


CUT TO :   


SC 33             INT – BILIK AIRIL - RUMAH AIMAN
PELAKON : AIMAN DAN AIRIL

152. AIMAN
Airil sayang, datang dekat daddy.  Daddy sayang Airil.  Jangan lah bersedih lagi sayang. (AIMAN MERANGKUL TUBUH AIRIL).
153. AIRIL
Airil rindukan mummy.  Airil rasa  sunyi sangat tanpa mummy.  Airil sayang mummy. (BERCAKAP DENGAN MIMIK MUKA SEDIH).
154. AIMAN
Daddy pun rindukan mummy.  Semuanya dah ditakdirkan.  Daddy sayang mummy sama macam Airil sayangkan mummy malah lebih lagi dari itu.  Airil sayangkan daddy tak?. (MEMEGANG DAGU AIRIL DAN MENCIUM DAHINYA).

155.  AIRIL
Mestilah Airil sayang Daddy.  Airil sayang daddy sama macam Airil sayangkan mummy. (MEMELUK AIMAN DAN MENCIUM PIPINYA).
156. AIMAN
Kalau Airil sayang daddy, Airil kena dengar cakap daddy.  Janji dengan daddy, baby akan dengar cakap daddy. (MENGANGKAT TANGAN TANDA JANJI)
157. AIRIL
OK. Airil janji daddy. (MENCIUM DAHI AIMAN)
158.  MONOLOG DALAMAN AIMAN
(MENGUSAP KEPALA AIRIL).  Saat menatap wajah Airil  berkaca anak mataku  melihat wajah Tasha disebalik wajah Airil.  Nyata sekali Airil mirip Tasha dan  hanya Airil satu-satunya hadiah yang paling bernakna ditinggalkan Natasha untukku.  Hanya Airil tempat untukku  mencurah rasa sekembalinya Tasha ke dunia abadi.  Airil lah tempat kasih sayang ku dilemparkan.(MEMANGKU AIRIL DI RIBAANNYA).


CUT TO :



SC 34             INT – BILIK AIMAN DAN TASHA - RUMAH AIMAN
PELAKON : AIMAN DAN V.O. PUTERI NUR AIN NATASHA

(AIMAN MEMBUKA ALMARI PAKAIANNYA DAN TASHA.  TERLIHAT SEHELAI SAMPUL SURAT.  MEMBUKANYA DAN MEMBACANYA.)

159.  V.O. PUTERI NUR AIN NATASHA

Assalamualaikum.
Maafkan saya terlebih dahulu sayang.  Tasha mohon abang halalkan makan minum Tasha dan halalkan nafkah zahir batin yang pernah abang berikan pada Tasha.  Tasha mohon beribu kemaafkan dari abang.  Banyak dosa yang Tasha sudah lakukan dalam hidup ini.  Mungkinkah ini balasannya.  Saat abang membaca surat ni Tasha dah pergi tinggalkan dunia.
Abang,
Terima kasih kerna hadir dalam hidup Tasha.  Tasha minta maaf kerana Tasha telah merahsiakan sesuatu daripada abang.  Tasha menhadapi masalah kesihatan. 
Sebenarnya Tasha disahkan menghidap komplikasi jantung dan leukemia tahap akhir.  Tasha rahsiakan semua ni daripada abang dan keluarga agar semua orang tidak risaukan Tasha.  Masa yang dianggarkan tinggal untuk Tasha cuma enam bulan sahaja. 
Sayang,
Andai sesuatu terjadi nanti.  Tasha pohon supaya abang  terima segala suratan itu dengan pasrah dan jangan mengalirkan air mata.  Satu lagi, Tasha mohon abang jangan lupakan Tasha dan jangan lupakan cinta kita.  Tasha tidak dapat menemani abang selamanya
 Abang tolong tengok-tengokkan Mama dan Papa sebab Tasha sudah tak sempat membalas jasa mereka.  Abang jaga Airil tau.  Bila dia besar nanti abang bagitau Mummy dia sayang sangat-sangat kat dia.  Jangan lupa kucup dahi Airil untuk Tasha  setiap hari. 
Abang anggaplah Airiel sebagai permata dalam hidup abang.  Ayang sudah tinggalkan wang insuran RM 100,000 milik abang Airiel atas nama abang dan Airil.  Abang gunalah wang itu untuk persekolahan Airil.  Simpanlah kenangan abang bersama Tasha selamanya. 
Sekian sayang.  Salam sayang padamu sayang.  Terima kasih kerana pengorbanan mu sayang.  Sayang abang.



Puisi buatmu sayang…

BEBERAPA KETIKA…
Beberapa ketika ...
Kini tinggal buat kita..
Aku tak ingin dan kucuba adilinya..
Ku ingin putar..
Putarkan orbit-orbit cinta
Dalam jiwa kita
Sebelum kita saling melupa

Perpisahan…
Bukan untuk seketika
Mungkin tuk selamanya
Sayang..
Benarkan
ku anyam  mimpi dipeluk
kusisip janji dihatimu
ku selit cinta dijiwamu
dan..
kukuntum  kasih disenyum mu
sayang,
sebelum mengakhiri
ingin ku nyatakan hasrat hati
sesungguhnya aku..
mula mencintai
mula menyayangi
mula mengasihi
dan tak ingin melepaskanmu pergi
sebenarnya..
ku telah jatuh hati……

sayang,
cintaku padamu suci
sesuci cinta abadi
tak mampu ku realiti
tak mungkin ianya terjadi
ku mungkin kan pergi
secepat sisip angin pagi
tinggalkan kau di sini
jangan mengharapkan ku kembali
kerna aku tak ada lagi


JAUH ITU

Jauh itu....
Ada ruang yang memisah
jauh itu....
Dua hati yang terpisah

Pabila jauh....
Ada rasa yang resah
Pabila jauh
Ada jiwa yang parah
Pabila jauh
Ada rasa berdarah
Pabila jauh...

Ada jiwa yang gelisah
Pabila jauh....
Ada rindu yang tak sudah-sudah


Kumohon jauh....
Musuh yang menceroboh
Kumohon jauh....
Penyakit yang sukar sembuh
Kumohon jauh....
Kasihmu berubah
Kumohon jauh....
Setiamu berpaling tadah
Kumohon jauh
Cintamu berpaling arah
Ku mohon jauh
Ku kau lupa



CUT TO :







SC 35             INT – BILIK AIMAN DAN TASHA - RUMAH AIMAN
PELAKON : AIMAN
160. MONOLOG DALAMAN AIMAN
Akhirnya kehidupanku berakhir tanpa Puteri Nur Ain Natasha.  Kehadiran Putera Muhammad Airil Haqziq menggantikan keperluanku pada Natasha.  Akan aku besarkan Airil dengan sepenuh kasih sayang sama seperrti sewaktu Mummy nya ada.  Airil mesti membesar dengan sihat seperti yang Natasha inginkan.
161. MONOLOG DALAMAN AIMAN
Pintu hati ini telah ku tutup dengan mu Puteri Nur Ain Natasha.  Biarlah kenangan antara kita yang berbuih di dalam.  Aku tidak akan menduakan cintaku padamu.  Akanku biarkan ia kekal seperti ingin Abang Airiel.  Tugasku sekarang membesarkan putera kecilku dengan sebaiknya.  Salam sayang untukmu isteriku yang tercinta. (MENATAP GAMBAR NATASHA DAN AIRIL).


-TAMAT-
-THE END-